Kamis, 04 November 2010

KARTAR EMZOB

EMZOB ialah sebuah akronim dari EMBONG ZOBO. Emzob merupakan suatu wadah yang karang taruna ang diperuntuhkan buat anag-anag kawasan Jl.Embong Zobo Desa Banjaran.Kartar EMZOB resmi berdiri pada tanggal 27 Oktober 2008 atas pemikiran para pemuda-pemuda di kawasan embong zobo,tetapi aslinya EMZOB adalah julukan bagi anag ang tinggal di daerah itu.Untuk lebih diakui oleh masarakat maka anag-anag pada kawasan itu mendirikan karatar EMZOB tersebut.
Meskipun hanya suatu wadah Karang Taruna akan tetapi Kegiatannya yang di agendakan tidak pernah sepi.Karena dalam Kartar ini dibuat beberapa Divisi yang mengatur agendanya.Macam-macam divisi yang ada ialah DIVISI AGAMA,DIVISI HUMAS,DIVISI KEUANGAN,DIVISI OLAHRAGA,DIVISI KESENIAN. Setiap Divisi tersebut mempunyai tugas masing-masing.Agenda rutin yang diadakan oleh kartar ini ialah Istighosah bersama,BONEK Bersama, dll.
STRUKTUR KEPENGURUSAN KARANG TARUNA
EMZOB
Ketua : Saiful Muhajir
Wakil I : Ismadi
Wakil II : M.Edik
Pelindung : KADES BANJARAN Bpk.Kasmadi
Pembimbing : 1. A.Yunus
2.Edi Harono
Sekretaris : Titis Aprilia
Bendahara : Yuni

               KARTAR EMZOB memilki anggota sekitar 70 anggota yang berdomisili di kawasan Jl.Embong Zobo.Kartar emzob juga mempunyai berbagai prestasi seperti JUARA I dan II GERAK JALAN LEGUNDI-DRIOREJO yang diadakan oleh Pemerintahan Kec.Driyorejo pada tahun 2007 & 2008.Kartar EMZOB mempunyai slogan “MESKIPUN SLENGE’AN TAPI KAMI CINTA DAMAI DAN TERBUKA”.
Salam dari kami PEACE,LOVE,UNITY,RESPECT....WANITHOK
Createb by : SHINYO_69

Macam-Macam Protokol Yang ada Pada Lapisan HOST TO HOST LAYER

TCP
Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793.

Karakteristik TCP

TCP memiliki karakteristik sebagai berikut:
§  Berorientasi sambungan (connection-oriented): Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination).
§  Full-duplex: Untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua host terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk. Dengan menggunakan teknologi lapisan yang lebih rendah yang mendukung full-duplex, maka data pun dapat secara simultan diterima dan dikirim. Header TCP berisi nomor urut (TCP sequence number) dari data yang ditransmisikan dan sebuahacknowledgment dari data yang masuk.
§  Dapat diandalkan (reliable): Data yang dikirimkan ke sebuah koneksi TCP akan diurutkan dengan sebuah nomor urut paket dan akan mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika tidak ada paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP (protocol data unit dalam protokol TCP) akan ditransmisikan ulang. Pada pihak penerima, segmen-segmen duplikat akan diabaikan dan segmen-segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen-segmen TCP. Untuk menjamin integritas setiap segmen TCP, TCP mengimplementasikan penghitungan TCP Checksum.
§  Byte stream: TCP melihat data yang dikirimkan dan diterima melalui dua jalur masuk dan jalur keluar TCP sebagai sebuah byte stream yang berdekatan (kontigu). Nomor urut TCP dan nomor acknowlegment dalam setiap header TCP didefinisikan juga dalam bentuk byte. Meski demikian, TCP tidak mengetahui batasan pesan-pesan di dalam byte stream TCP tersebut. Untuk melakukannya, hal ini diserahkan kepada protokol lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model), yang harus menerjemahkan byte stream TCP ke dalam "bahasa" yang ia pahami.
§  Memiliki layanan flow control: Untuk mencegah data terlalu banyak dikirimkan pada satu waktu, yang akhirnya membuat "macet" jaringan internetwork IP, TCP mengimplementasikan layanan flow control yang dimiliki oleh pihak pengirim yang secara terus menerus memantau dan membatasi jumlah data yang dikirimkan pada satu waktu. Untuk mencegah pihak penerima untuk memperoleh data yang tidak dapat disangganya (buffer), TCP juga mengimplementasikan flow control dalam pihak penerima, yang mengindikasikan jumlah buffer yang masih tersedia dalam pihak penerima.
§  Melakukan segmentasi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model)
§  Mengirimkan paket secara "one-to-one": hal ini karena memang TCP harus membuat sebuah sirkuit logis antara dua buah protokol lapisan aplikasi agar saling dapat berkomunikasi. TCP tidak menyediakan layanan pengiriman data secara one-to-many.
TCP umumnya digunakan ketika protokol lapisan aplikasi membutuhkan layanan transfer data yang bersifat andal, yang layanan tersebut tidak dimiliki oleh protokol lapisan aplikasi tersebut. Contoh dari protokol yang menggunakan TCP adalah HTTP dan FTP.

Port TCP

Port TCP mampu mengindikasikan sebuah lokasi tertentu untuk menyampaikan segmen-segmen TCP yang dikirimkan yang diidentifikasi dengan TCP Port Number. Nomor-nomor di bawah angka 1024 merupakan port yang umum digunakan dan ditetapkan oleh IANA (Internet Assigned Number Authority). Tabel berikut ini menyebutkan beberapa port TCP yang telah umum digunakan.
Nomor port TCP
Keterangan
20
File Transfer Protocol/FTP (digunakan untuk saluran data)
21
File Transfer Protocol/FTP (digunakan untuk saluran kontrol)
25
Simple Mail Transfer Protocol/SMTP yang digunakan untuk mengirim e-mail
23
Telnet
80
Hypertext Transfer Protocol/HTTP yang digunakan untuk World Wide Web.
110
Post Office Protocol 3/POP3 yang digunakan untuk menerima e-mail.
139
NetBIOS over TCP session service
Port TCP merupakan hal yang berbeda dibandingkan dengan port UDP, meskipun mereka memiliki nomor port yang sama. Port TCP merepresentasikan satu sisi dari sebuah koneksi TCP untuk protokol lapisan aplikasi, sementara port UDP merepresentasikan sebuah antrean pesan UDP untuk protokol lapisan aplikasi. Selain itu, protokol lapisan aplikasi yang menggunakan port TCP dan port UDP dalam nomor yang sama juga tidak harus sama. Sebagai contoh protokol Extended Filename Server (EFS) menggunakan port TCP dengan nomor 520, dan protokol Routing Information Protocol(RIP) menggunakan port UDP juga dengan nomor 520. Jelas, dua protokol tersebut sangatlah berbeda! Karenanya, untuk menyebutkan sebuah nomor port, sebutkan juga jenis port yang digunakannya, karena hal tersebut mampu membingungkan (ambigu).

UDP (User Datagram Protocol)

User Datagram Protocol (UDP) adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:

* Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
* Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.

* UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuahprotokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
* UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

Fungsi UDP sebagai berikut:

* Protokol yang “ringan” (lightweight): Untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan aplikasi membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasi Domain Name System.
* Protokol lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanan keandalan: Jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File System (NFS)
* Protokol yang tidak membutuhkan keandalan. Contoh protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol (RIP).
* Transmisi broadcast: Karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuah host tertentu, maka transmisi broadcast pun dimungkinkan. Sebuah protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan alamat multicast atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP yang hanya dapat mengirimkan transmisi one-to-one. Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name Service.

ICMP (Internet Control Message Protokol)
Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.

Gambaran Teknis

Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah bagian dari keluarga protokol Internet dan didefinisikan di dalam RFC 792. Pesan-pesan ICMP umumnya dibuat sebagai jawaban atas kesalahan di datagram IP (seperti yang dispesifikasikan di RFC1122) atau untuk kegunaan pelacakan atau routing.
Versi ICMP terkini juga dikenal sebagai ICMPv4, yang merupakan bagian dari Internet Protocol versi 4.
IGMP (Internet Group Management Protocol)
Internet Group Management Protocol (disingkat menjadi IGMP) adalah salah satu protokol jaringan dalam kumpulan protokol Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) yang bekerja pada lapisan jaringan yang digunakan untuk menginformasikan router-router IP tentang keberadaan group-group jaringan multicast. Sekali sebuah router mengetahui bahwa terdapat beberapa host dalam jaringan yang terhubung secara lokal yang tergabung ke dalam group multicast tertentu, router akan menyebarkan informasi ini dengan menggunakan protokol IGMP kepada router lainnya dalam sebuah internetwork sehingga pesan-pesan multicast dapat diteruskan kepada router yang sesuai. IGMP kemudian digunakan untuk memelihara keanggotaan group multicast di dalam subnetlokal untuk sebuah alamat IP multicast.
Versi-versi IGMP
Hingga saat ini, terdapat dua versi dari protokol IGMP, yakni IGMPv1 (yang didefinisikan dalam RFC 1112) serta IGMPv2 (yang didefinisikan dalam RFC 2236). IGMPv1 hanya mendukung dua jenis pesan IGMP:
§  Host membership report (laporan keanggotaan sebuah host): host akan mengirimkan pesan dengan jenis ini untuk menginformasikan router lokal bahwa host tersebut hendak menerima lalu lintasIP multicast yang ditujukan ke sebuah alamat group multicast tertentu.
§  Host membership query (permintaan keanggotaan sebuah host): router akan mengirimkan pesan dengan jenis ini untuk memberi tahu kepada segmen jaringan lokal tertentu untuk menentukan apakah ada host dalam segmen yang sedang "mendengarkan" (listening) terhadap lalu lintas multicast atau tidak.
IGMPv2 merupakan pembaruan yang dilakukan terhadap IGMPv1, yang menawarkan beberapa jenis pesan IGMP yang baru:
§  Leave group: digunakan oleh host untuk menginformasikan sebuah router bahwa host tersebut merupakan anggota terkhir yang hendak meninggalkan sebuah group multicast sehingga routermengetahui bahwa router tersebut tidak perlu lagi meneruskan lalu lintas multicast IP ke subnet yang bersangkutan.
§  Group-specific query: mirip seperti pesan IGMPv1 Host membership query, kecuali jenis ini akan melakukan pengecekan keanggotaan di dalam sebuah group multicast tertentu.
§  Multicast querier election: pesan yang mengizinkan sebuah router untuk dipilih untuk mengeluarkan pesan IGMPv1 Host membership query kepada sebuah segmen jaringan tertentu.
IGMPv2 kompatibel secara penuh dengan IGMP v1.
Penggunaan
IGMP dapat digunakan untuk mentransfer video secara multicast dan juga untuk game online, mengingat untuk tujuan-tujuan tersebut, IGMP jauh lebih efisien dibandingkan dengan metode unicastnormal. Meskipun demikian, IGMP rawan diserang, karena itulah pada umumnya produk-produk firewall mengizinkan pengguna untuk menonaktifkannya jika tidak diperlukan.

Cara Memasang Kabel UTP

CARA MEMASANG KABEL UTP

Alat – Alat Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mulai Merakit Kabel
Sebelum memulai merakit, kita perlu mempersiapkan beberapa item berikut ini:
UTP Cable: Sudah pasti kita membutuhkan item ini J. Pastikan jenisnyaCAT5 atau CAT6 yang merupakan standar internasional untuk kabel jaringan.  

Konektor RJ-45 : RJ merupakan singkatan dari (Registered Jack). Untuk kabel telepon biasanya menggunakan RJ-11, dan untuk kabel network tipenya RJ45.


Crimping Tool: Ini merupakan senjata kita dalam merakit kabel, karena dia punya kemampuan menyatukan dan menjepit kabel dengan konektor selain juga bisa dipakai untuk memotong kabel.

Cable Tester: Ini digunakan setelah kita selesai merakit kabel, berfungsi untuk mengetes apakah kabel sudah dirakit dan berfungsi dengan benar. Alat ini akan lebih bermanfaat jika digunakan dengan radius yang jauh dari satu ujung ke ujung yang lainnya misalnya dari lantai 1 ke lantai 10.


*gambar diatas dikutip darihttp://tianzega.wordpress.com/2007/09/10/merakit-sendiri-kabel-network-dengan-connector-rj-45-versi-tulis-ulang/

setelah dari alat-alat diatas tersedia, maka kita dapat langsung mencoba untuk mebuat kabel Cross/ straight sesuai kebutuhan, jika anda menginginkan koneksi antar 2 komputer/laptop, anda dapat membuat kabel cross, tapi jika anda menginginkan membuat kabel dengan menggunakan media switch anda dapat membuat kabel dengan pola Straight. dibawah ini akan dijelaskan mengenai cara membuat kabel cross dan straight.


secara teori seperti kabar diatas, sebelum melangkah ke urutan kabel ada kiranya saya jelaskan sedikit agar tidak terjadi kesalah pahaman ketika pemasangan kabel dengan konektor RJ-45.



diatas adalah gambar konektor RJ-45 saya menganggap RJ-45 tersebut menghadap keatas,

 pada gambar diatas saya terdapat pin di RJ-45 saya menganggap RJ-45 tersebut menghadap ke bawah atau tampak belakan. Dibawah ini saya lampirkan gambar struktur kabel straight, yang biasanya dipakai untuk sambungan dari PC/Laptop ke switch atau sebaliknya, sambungan dari switch ke switch (jumper), dll.


Tampak di atas RJ-45 yang ada disebelah kiri strukturnya warna sama dengan RJ-45 disebelah kanan. (tidak ada persilangan kabel).

Untuk membuat kabel cross (persilangan) struktur warna kabelnya adalah


Tampak RJ-45 sebalah kiri menggunakan struktur warna kabel straight, kemudian RJ-45 sebelah kanan berbeda struktur warnanya dengan sebelah kiri

1. Orange putih ------------------ 1. Hijau putih
2. Orang ------------------------ 2. Hijau
3. Hijau putih --------------------- 3. Orange putih
4. Biru ---------------------------- 4. Biru
5. Biru Putih --------------------- 5. Biru Putih
6. Hijau -------------------------- 6. Orange
7. Coklat putih ------------------ 7. Coklat Putih
8. Coklat ------------------------ 8. Coklat

atau bisa kita lihat pada skema tabel dibawah ini:
Hasil dari kabel Cross tersebut akan menjadi seperti gambar dibawah ini:

Gambar berikut akan lebih memperjelas sturktur warna kabel straight dan cross